Energipos.com/Tambang/Bisnis

shadow

Menteri ESDM Ditugasi Benahi Tambang Timah Illegal

ENERGIPOS.COM,JAKARTA--Presiden Jokowi kembali memberikan tugas berat kepada Menteri ESDM Sudirman Said. Kali ini berupa pembenahan tambang timah illegal di provinsi Bangka-Belitung.

"Presiden memberikan arahan supaya Kementerian ESDM mengkoordinir seluruh proses penataan (tambang timah illegal-red)," ujar Menteri ESDM Sudirman Said di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (25/6/2015). Menteri Sudirman mengungkapkan hal itu usai mengikuti rapat khusus tentang penataan tambang timah illegal ini dengan sejumlah Menteri, Gubernur dan Bupati Babel serta PT Timah. Juga teribat aparat penegak hukum. Menurut Gubernur Babel Rustam Effendi, saat ini ada sekitar 1.640 lokasi pertambangan timah ilegal berada di Babel. Dari situ, dalam sehari bisa ada 950 ton timah ilegal yang diekspor dalam bentuk pasir timah. Menurut Rustam negara tidak mendapatkan apa-apa dari ekspor timah ilegal ini.

Ekspor dilakukan penadah atau cukong yang membeli dari penambang illegal. Lantaran PT Timah ogah membeli karena tak sesuai dengan standar BUMN ini. Tidak mudah mengatasi hal ini. Sebab, ketika dilakukan penertiban beberapa waktu lalu para penambang liar itu mengamuk sehingga merusak kantor Gubernur. Namun jika dibiarkan akan merusak lingkungan dan pasar timah. Tampaknya pemerintah akan memilih melegalkan tambang-tambang tersebut. Namun Sudirman mengatakan akan melakukan kajian dan identifikasi lebih dahulu. Betapapun pemerintah menilai para penambang liar itu adalah warga Indonesia.

"Bagaimana pun mereka masyarakat kita. Kita akan membina secara teknis bagaimana mengelola lingkungan," ujar dia. Ditambahkan bukan tidak mungkin juga memberikana bantuan permodalan dan bantuan teknis lainnya. Rustam sepakat dengan rencana ini. Sebab dengan setelah legal maka produk timah yang dihasilkan bisa dikenakan pajak jika akan diekspor. Sedang selama ini ekspor bebas dilakukan tanpa dikenakan pajak atau syarat lainnya.(mt)

Baca Juga