Energipos.com/Tambang/Bisnis

shadow

Beri Sinyal Positif Freeport, Ini Penjelasan Menteri ESDM

ENERGIPOS.COM, Jakarta--Pemerintah memberi sinyal positif kepada Freeport untuk melanjutkan investasi. Untuk itu raksasa tambang asal Amerika itu diminta tidak menurunkan produksi hingga akhir masa kontrak 2021.

"Jadi, kalau ditanya apakah kami (Freeport-red) boleh siapkan investasi, ya harus. Jadi, itu kan sinyal yang jelas bahwa kami (pemerintah) menjaga kelangsungan investasi Freeport," ujar Menteri ESDM Sudirman di Jakarta, Rabu (22/7/2015).

Menteri Sudirman mengatakan, Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan petinggi Freeport Jim Bob Moffet secara tegas mempersilakan Freeport untuk terus berinvestasi. "Jadi tidak ada satu sinyal sedikit pun untuk memutus," imbuh dia.

 

Dia juga mengungkapkan renegosiasi amandemen kontrak karya dalam beberapa hari ke depan akan dicapai kesepakatan antara pemerintah dan Freeport. Dia menegaskan pernyataan Presiden merupakan sikap pemerintah yang sah dan formal.

Menurut Menteri Sudirman dari 17 item materi perundingan antara pemerintah dengan Freeport, 15 poin di antaranya sudah disepakati. Sisanya, kata dia tinggal hal-hal yang berhubungan dengan fiskal.

"Sebenarnya, hal itu pun (dua item-red) sudah disetujui Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro asalkan pihak Freeport bisa memenuhi syarat pemerintah," papar Menteri Sudirman tanpa merinci syarat yang dimaksudkan.

 

Namun Menteri Sudirman menegaskan, atas dasar kemajuan tersebut, pemerintah berkomitmen memperpanjang operasi Freeport. Hanya saja dia menambahkan komitmen itu tetap mengikuti aturan yang berlaku.

"Aturan yang berlaku kan dua tahun (sebelum masa kontrak habis). Kita akan tetap gunakan itu. Tapi jangan lupa Freeport masih ada kontrak yang valid sampai 2021, jadi tidak ada alasan untuk slow down operasi," kata Sudirman.(mt)

Baca Juga