Energipos.com/Tambang/Bisnis

shadow

Injury Time, Freeport Belum Penuhi Syarat Perpanjangan Ekspor

ENERGIPOS.COM, Jakarta--Meski menghabiskan waktu sekitar 10 jam untuk rapat, PT Freeport Indonesia masih belum memenuhi syarat dapat perpanjangan ekspor konsentrat. Freeport belum memenuhi 60 persen pembangunan smelter.

"Rekomendasi perpanjangan izin ekspor belum kami berikan. (Dari hasil evaluasi) persyaratannya belum memenuhi," kata Bambang Gatot Ariono Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis malam (23/7/2015).

Padahal batas waktu berakhirnya ekspor konsentrat yang dikantongi perusahaan asal Amerika ini 25 Juli 2015. Freeport diberi perpanjangan ekspor jika memenuhi syarat tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2014.

Hanya saja perusahaan milik James Moffet ini tampaknya masih belum menyerah. Besok atau sehari menjelang ijinnya habis akan kembeli mengajukan data lagi. Namun belum diketahui data seperti apa yang akan diajukan.

Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian menyebutkan rekomendasi perpanjangan diberikan apabila pembangunan smelter mencapai 60 persen.

Gatot mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapi Freeport terkait pembayaran sewa lahan smelter sebesar USD 150 juta. "Mereka baru bayar sebagian (lahan). Tapi masih ada beberapa hal lain yang belum dipenuhi," ujarnya.

Pemerintah memang memberi izin ekspor konsentrat selama enam bulan dan bisa diperpanjang selama enam bulan berikutnya. Pemberian izin per enam bulan itu bertujuan agar pembangunan smelter dapat berjalan tepat waktu.

Agak beda dengan pengakuan juru bicara Freeport Indonesia Riza Pratama. Menurut Riza Freeport telah memenuhi seluruh persyaratan untuk mendapatkan perpanjangan izin.Termasuk perkembangan pembangunan smelter selama enam bulan terakhir dan rencana enam bulan ke depan.(mt)

Baca Juga