Energipos.com/Tambang/Bisnis

shadow

Harga Batu Bara Terpuruk, Kenaikan Royalti Ditunda

ENERGIPOS.COM, Jakarta--Produsen batu bara domestik sedikit bernafas lega. Sebab, rencana pemerintah menaikkan besaran royalti batu bara ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

"Sudah tahu? Bahwa kita menunda kenaikan royalti batu bara," ujar Menteri ESDM Sudirman Said, kepada awak media saat ditemui di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 18, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Pemerintah sebelumnya merencanakan menaikkan royalti batu bara 10-13,5 persen tahun ini. Naik atau lebih besar dibanding besaran royalti sebesar 5-7 persen yang berlaku saat ini. Namun karena harga sedang turun maka ditunda dulu.

Sejak akhir tahun lalu, harga batu bara mengalami penurunan yang cukup besar. Bahkan penurunan terus berlanjut seiring dengan melemahnya harga minyak mentah serta berkurangnya permintaan di pasar.

Hinga Juni 2015 harga baru bara berkisar USD 59,16 per ton. Angka ini memang lebih rendah dibanding tahun lalu pada bulan yang sama pada 2014 (year on year) harga baru bara saat itu USD 72,45 per ton. Ini berarti penurunan mencapai sekitar 18 persen.

Menteri Sudirman mengatakan alasan penundaan akibat pasar yang sedang repot atau jeblok. Penundaan kenaikan royalti batu bara ini sudah disepakati oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

Pada kesempatan itu Menteri ESDM mengungkapkan perkembangan renegosiasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Dia mengatakan ada 9 perusahaan PKP2B yang akan tandatangan kontrak.(mt)

Baca Juga