Energipos.com/Tambang/Bisnis

shadow

Kontrak PTFI Boleh Diperpanjang Dengan Syarat

ENERGIPOS.COM, JAKARTA- Pemerintah belum memberikan persetujuan atas permohonan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memperpanjang operasinya di Indonesia. Bila tidak cepat diputuskan, kondisi ini berpotensi mempengaruhi komitmen investasi jangka panjang PTFI.

Kontrak Karya PT Freeport Indonesia akan berakhir pada tahun 2021. Untuk mengamankan investasi bernilai miliaran dollar di Indonesia khususnya untuk pengembangan tambang bawah tanah modern dan pembangunan smelter, PTFI memerlukan kepastian saat ini bahwa kontrak mereka akan diperpanjang hingga 2041. Namun, kepastian perpanjangan tidak bisa diberikan karena sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara yang menyebutkan bahwa perpanjangan kontrak baru bisa diberikan paling cepat 2 tahun sebelum kontrak berakhir. Terhadap kondisi ini, Komisi VII DPR, dalam pernyataan kepada media  beberapa waktu lalu sudah menyatakan penolakan terhadap rencana perpanjangan kontrak PTFI yang bertentangan dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan atau harus menunggu hingga 2019 untuk memberikan perpanjangan terhadap kontrak PTFI. Sementara itu  pengamat pertambangan, Marwan Batubara, kepada eergipos.com  menyatakan bahwa perpanjangan kontrak karya PTFI dapat diberikan  apabila PTFI memenuhi sejumlah syarat. Pertama, saham Pemerintah atau BUMN yang ditunjuk dan disepakati bersama naik menjadi 51%. Kedua, royalti dinaikkan menjadi minimal 6-7%. Ketiga, PTFI membangung smelter di Papua. Keempat, memberikan kompensasi atas kerusakan lingkungan sebagaimana telah disepakati pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (bh).

Baca Juga