Energipos.com/Tambang/Kebijakan

shadow

Dunia Kaget Indonesia Kukuh Terapkan Larangan Ekspor Mineral

“Penerapan UU Minerba jadi topik hangat dalam Forum APEC di Beijing. Karena banyak negara di dunia kaget, Indonesia benar-benar menerapkan larangan ekspor mentah,” kata Jero Wacik, Menteri ESDM di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/7/2014). Semula banyak negara yang menyangsikan keteguhan Indonesia ini. Wacik mengungkapkan sejumlah negara yang mendapatkan pasokan mineral mentah dari Indonesia semula menganggap, Indonesia tak sampai hati menerapkan kebijakan itu. Namun, ia meyakinkan, Indonesia serius untuk menerapkan nilai tambah di sektor tambang karena telah menjadi amanat Undang-Undang (UU) No. 4/2009 tentang Minerba. “Dipikirknya Indonesia nggak bakal jalankan. Namun saya bilang kami serius lantaran UU itu betul baik. Kita nggak boleh garuk barang tambang kita. Itu sama saja ekspor Tanah Air,” ucap Jero Wacik yang baru menjabat sebagai Mneteri ESDM tahun 2011 lalu. Dia menekankan bangsa Indonesia harus mendapat nilai tambah dari kekayaan mineral ini. Dalam forum itu pun, Wacik bercerita, Jepang dan Amerika Serikat (AS) menyerang Indonesia dengan atas penetapan kebijakan nilai tambah sektor tambang. Namun ia bersikeras, kebijakan nilai tambah merupakan sikap yang membuat Indonesia “happy” ke depannya. Wacik mengakui, larangan ekspor mineral mentah yang dilakukan telah membuat geger dunia. Ini lantaran sejumlah industri besar di negara maju kesulitan mendapat bahan baku. “Memang membuat geger dunia. Tapi ini niat kita baik. Satu untuk jaga lingkungan. Kedua naikkan nilai tambah. Dan ketiga ekspor produk tambang harus dikurangi,” ungkap dia.(bob)

Baca Juga