Energipos.com/Tambang/Kebijakan

shadow

Aneh, Luas IUP di Sultra Melebihi Potensi Tambang

Kondisi ini menjadi temuan yang tengah di dalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi mengetaui ihwal keganjilan tersebut justru dari Gubernur Sultra Nur Alam. Bagi KPK, kenyataan tersebut menjadi temuan yang menarik dijadikan kajian mendalam. “Kali ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir di Kendari, Sultra untuk melakukan koordinasi dan supervisi pengelolaan pertambangan Minerba,” kata Bambang Wijayanto, Wakil Ketua KPK, di Kendari, Kamis (26/6/2014). Pada forum koordinasi dan supervisi pengelolaan pertambangan itu Nur Alam mengemukakan bahwa potensi tambang di daerahn tersebut 334 ribu hektare. Namun, IUP yang terbit sudah mencapai 1,2 juta hektare atau terjadi peningkatan sampai 300 persen. Bambang menambahkan penerbitan IUP yang luasannya melampaui potensi sumber daya alam (SDA) bisa terjadi karena tidak memiliki data potensi yang akurat. “Survei potensi SDA pertambangan harus didukung sarana teknologi canggih sehingga akurasinya meyakinkan,” kata Bambang. Sedang Nur Alam menambahkan di era otonomi daerah penerbitan IUP menjadi kewenangan para bupati/walikota. “Di daerah kita ini ada IUP yang koordinatnya menguasai laut, kompleks perkantoran maupun pemukiman penduduk,” kata Nur Alam.(ris/ant)

Baca Juga