Energipos.com/Tambang/Kebijakan

shadow

Mengembalikan Kejayaan Industri Timah

ENERGIPOS.COM, NUSADUA - Indonesia merupakan negara produsen Timah terbesar setelah Tiongkok, volume ekspornya kurang lebih 70 ribu ton dalam 1 tahun. Terang saja komoditas ini menjadi salah satu sumber daya alam unggulan pada level Internasional. Bahkan menurut Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), harga timah dari Indonesia menjadi salah satu faktor penggerak harga di pasar global. "Kita sedang mengembalikan masa kejayaan industri timah. Dan kita merupakan eksportir timah terbesar setelah Tiongkok," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, disela kegiatan "Indonesian Tin Conference and Exhibition (ITCE) 2017", di Kawasan Nusa Dua, Bali, Senin (28/8). Dalam acara yang diselenggarakan ICDX tersebut, Menteri Jonan juga sangat mengapresiasi bursa ICDX (Komoditi dan Derivatif Indonesia), yang telah berperan dalam menjaga akuntabilitas transaksi perdagangan timah nasional. "Meski baru berdiri selama 5 tahun, pemerintah berharap bursa ini dapat menjadi tonggak penting dalam perdagangan timah yang berasal dari Indonesia," ujar Menteri Jonan. Selain itu, Menteri Jonan juga berpesan agar tidak terjadi kembali transfer pricing dan transaksi perdagangan timah ilegal, pemerintah telah menerbitkan aturan pembatasan penjualan komoditas tambang. "Tambang ilegal juga tantangan besar pemerintah. Mengingat Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang membutuhkan pengawasan ekstra," katanya. Ditempat yang sama, Komisaris Utama ICDX, Said Aqil Siraj juga menegaskan salah satu alasan, Indonesia harus menjaga produksi timah adalah karena timah merupakan mineral yang tidak dapat diperbaharui. Sehingga sudah menjadi tanggungjawab masyarakat Indonesia untuk menjaga serta merawat sumber daya alam di Indonesia. "Kebutuhan timah merambah kehidupan seluruh manusia. Jadi kalau kita tidak bisa menjaga dan merawat sumber daya alam kita, maka kelak Indonesia akan kehabisan timah," kata Said Aqil. Dalam acara yang bertema "Tin Beyond Boundaries: Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth" ini juga dilakukan penandatanganan Pakta Integritas 20 Anggota Penjual Timah Murni Batangan ICDX. Anggota penjual timah murni batangan ICDX berkomitmen menjaga integritas dan kualitas mutu timah yang diproduksi sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan yang tercantum dalam kontrak fisik Timah Murni Batangan ICDX, dengan tingkat kemurnian minimum 99,9%. Selain itu, timah murni batangan yang diproduksi berasal dari tambang timah yang bersertifikat Clear and Clean (CnC) yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM, dan persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan mengenai Tata Cara Ekspor Timah Murni Batangan. (bh, foto pt timah)

Baca Juga