Energipos.com/Tambang/Kebijakan

shadow

Keputusan Terkait PTFI Melalui Pertimbangan Komprehensif

ENERGIPOS.COM, JAKARTA- Hasil keputusan pokok terkait PTFI merupakan keputusan terbaik dengan pertimbangan komprehensif, baik aspek sosial maupun ekonomi dan tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan. "Terkait perundingan dengan PT Freeport Indonesia (PTFI), Presiden meminta agar hasil yang dicapai win-win, jangan win-lose dan pertemuan sampai hari ini, itu tidak ada yang berubah. Kesepakatan besar sudah dicapai pada 27 Agustus 2017, yaitu Pemerintah menyetujui perpanjangan maksimum 2x10 tahun dengan persyaratan tiga," ujar Jonan saat menyampaikan hasil negosiasi dengan PTFI kepada Komisi VII DPR-RI, sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian ESDM, Rabu (11/10). Pertama,  PTFI harus mendivestasikan sahamnya sebesar 51% untuk kepemilikan nasional sebagai wujud kedaulatan bangsa. Kedua, PTFI harus membangun fasilitas proses pengolahan dan pemurnian (smelter) sesuai dengan amanat undang-undang mineral dan batubara dalam 5 tahun setelah persetujuan diberikan. Persyaratan yang ketiga, meningkatkan penerimaan negara dari hasil produksi PTFI secara keseluruhan, termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pajak dan retribusi daerah. Divestasi 51% adalah aspirasi rakyat Indonesia yang ditegaskan oleh Bapak Presiden, agar PTFI dapat bermitra dengan Pemerintah sehingga jaminan kelangsungan usaha dapat berjalan dengan baik dan rakyat Indonesia serta rakyat Papua khususnya, juga ikut menikmati sebagai pemilik tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia sebagai wujud dari kedaulatan Indonesia. Jonan menambahkan, selain meminta untuk win-win solution, Presiden juga meminta agar dalam melakukan perundingan tetap mengedepankan kedaulatan negara atau mengedepankan Pasal 33 UUD 1945 yaitu Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "Bapak Presiden selalu percaya bahwa pengelolaan sumber daya pada suatu hari harus bisa dikelola oleh Putra Putri bangsa Indonesia, ini dimaknai dengan suatu lompatan untuk mulai menguasai banyak tantangan, terutama Freeport yang memang simbolis untuk minerba. Sama dengan Blok Mahakam, setelah kontrak dengan total habis, sekarang dikelola oleh Pertamina," tambah Jonan. (bh, foto kesdm)

Baca Juga