Energipos.com/Tambang/Kebijakan

shadow

Komoditas Emas, Tembaga dan Perak Dikenakan Royalti Progresif

ENERGIPOS.COM, JAKARTA - Untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kegiatan pertambangan, Pemerintah berencana memberlakukan royalti progresif untuk komoditas emas, tembaga dan perak. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Susigit menjelaskan, royalti progresif dikenakan pada tiga komoditas tersebut sebesar 0,25 persen, untuk setiap kenaikan harga yang melewati batas tertentu. ?"Level harganya yang ditentukan. Jadi kalau yang tanpa progresif, begitu harga turun, kita pakai patokan harga. Begitu harganya naik, ikut progresif yang tambah 0,25 persen. Itu tambahannya kalau untuk yang emas," kata Bambang, melalui siaran pers Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (28/11). "Filosifinya itu supaya pemerintah selalu dapat lebih besar dari kenaikan harga. Cuma itu saja sebenarnya," tambah Bambang. Penerapan royalti progresif akan tercantum dalam revisi Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2012 tentang jenis dan tarif atas PNBP yang berlaku pada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Draft revisi tersebut telah diusulkan ke tingkat Kementerian Koordinator ?Bidang Perekonomian. Terpilihnya komoditas emas, tembaga dan perak diusulkan untuk ?diterapkan royalti progresif, karena fluktuasi harganya dinilai paling tinggi. "Fluktuasi harga yang lebih tinggi hanya tiga itu komoditasnya. Yang lain kan tetap stabil," tutur Bambang. (BH)

Baca Juga