Energipos.com/Tambang/Proyek

shadow

Menteri ESDM dan Menteri Perindustrian Tinjau Smelter Nikel Morowali

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Pemerintah terus memantau perkembangan  penyelesaian proyek-proyek smelter untuk mempercepat peningkatan nilai tambah sektor mineral.

Salah satu smelter nikel terbesar di Indonesia yang berlokasi di Morowali Sulawesi Tengah dikunjungi oleh Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Minggu (23/8). Proyek pembangunan smelter ini diresmikan Presiden Joko Widodo pada bulan Mei yang lalu. “Saya mengajak menteri ESDM untuk meninjau lokasi ini sebagai bagian dari koordinasi konkrit diantara kami untuk mencari solusi yang efektif  (dalam percepatan hilirisasi mineral)” ujar Menteri Perindustrian,  Saleh Husin. Proyek hilirisasi ini mengerjakan proyek hulu berupa tambang nikel dan hilir berupa proses pengolahan dan pemurnian (smelter) menjadi pig iron dan nantinya menjadi produk baja (stainless steel). Menurut Saleh, pembangunan industri smelter terintegrasi  di Morowali  ini terdiri dari 3 tahap. Tahap I  berkapasitas 300 ribu ton per tahun dengan investasi sebesar USD  635,7 juta termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas 2x65 MW.  Saat ini sedang dibangun smelter tahap II berkapasitas 600 ribu ton dengan investasi sebesar 1,04 miliar dan dilengkapi dengan PLTU berkapasitas 2x150 MW. “Kami harapkan pembangunan smelter tahap II ini selesai Desember tahun ini” terang Saleh. Selanjutnya proyek smelter berlanjut dengan pengembangan  pabrik smelter tahap III berkapasitas 300 ribu ton didukung PLTU berkapasitas 300 MW dengan investasi sebesar USD 820 juta yang direncanakan selesai akhir tahun 2017 (bh).

Baca Juga