Energipos.com/Tambang/Proyek

shadow

Hilirisasi Mineral Menjaga Nilai Tambah Di Dalam Negeri

ENERGIPOS.COM, JAKARTA-Proyek hilirisasi mineral  terintegrasi di kawasan industri  Morowali akan menciptakan dan menjaga nilai tambah mineral tetap berada di dalam negeri. Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, Saleh Husin ketika meninjau pabrik smelter terintegrasi di Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (23/8). Menteri Saleh mengajak koleganya Menteri ESDM Sudirman Said meninjau lokasi smelter nikel  terbesar di Indonesia tersebut untuk memastikan proyek pembangunan smelter tersebut  berjalan dengan baik sesuai rencana. Total  kapasitas produksi pig iron dari smelter ini adalah 1,2 juta ton per tahun denagn didukung oleh PLTU berkapasitas total 730 MW. Menurut Saleh, nilai tambah  nikel yang masih berupa bahan mentah (ore) sekitar USD 30 per metrik ton, jika diolah menjadi bahan setengah jadi  atau pig iron, nilai tambahnya menjadi  40 kali lipat  atau USD 1.300 per metric ton. Sedangkan kalau sudah menjadi bahan baja (stainless steel),  harganya menjadi USD 2.800 per metrik ton atau lebih 70 kali lipat (bh).

 

 

Baca Juga